Advertising

Rabu, 13 Mei 2015

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (KRIYA)

By Unknown   Posted at  Rabu, Mei 13, 2015   ILMU PENGETAHUAN No comments
PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS
(KRIYA)


     DI SUSUN OLEH : 
NAMA : ALDI ALRASID
KELAS : XI TKJ 4
MATA PELAJARAN : SENI BUDAYA

SMK AL – BAHRI JL. YON ARMED NO.7
BANTARGEBANG KOTA. BEKASI



I. Pendahuluan
Kita mengetahui bahwa perkembangan seni lukis di Negara ini sangatlah pesat berbagai jenis lukisan baru bermunculan dimana-mana, mereka berlomba menunjukan keunggulan dari setiap lukisan yang mereka temukan. Maka dari itu kita harus bisa melestarikan lukisan tradisional.
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).



II. Dasar pemikiran
“pameran seni lukis tradisional” smk al – bahri.
III. Tujuan
1) Sebagai sarana hiburan/rekreasi bagi pemerhati seni, siswa, dan masyarakat
2) Memberikan motivasi pengujung untuk mengambil langkah kongkrit yang bermanfaat dalam mempelajari kesenian.
3) Memupuk rasa cinta dan mengembangkan budaya nasional.
4) Disekolah sebagai perwujudan hasil praktek akhir dari mata pelajaran seni rupa.
5) Sarana untuk menunjukkan dan mengembangkan talenta (bakat) seni pada siswa dan masyarakat dengan harapan mendapat pengakuan umum.
6) Sarana prestasi artinya pameran seni rupa merupakan ajang berprestasi, kompetisi, dan timbul pemikiran untuk berbuat dan berkarya yang baik.
7) Sarana apresiasi artinya dengan melihat pameran seni rupa akan muncul berbagai tanggapan, kritik, penilaian, sarana penghargaan, dan rangsangan seseorang untuk berkreasi dalam berkarya dan berolah seni.
8) Sarana edukatif artinya sarana pembelajaran kepada orang lain, menanamkan akan nilai-nilai keindahan (estetika) dalam lingkup luas, dan mendidik siswa akan keseimbangan batin/rasa dengan akal/pikiran.
IV. Tema
Melalui kegiatan pameran seni rupa dalam rangka “Melestarikan Seni Lukis Tradisional” di SMK AL – BAHRI BEKASI, semoga kita dapat meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa dibidang seni khususnya seni rupa.
V. Jenis kegiatan
- Pembukaan acara
- Perkenalan asal dan ragam seni lukis
- Berbagi cara dan tips membuat seni lukis
- Bazar
- Penutup
VI. Target kegiatan
       Memperkenalkan hasil karya – karya seni anak bangsa sebagai motivasi bagi generasi yang akan datang. Dan memberikan informasi hasil karya kami kepada orang orang/guru yang akan menilai hasil karya kami.
VII. Sasaran
       Sebagai media evaluasi dari pameran ini dapat di ukur sejauh mana para siswa/i, anak bangsa konsisten dalam berseni rupa.
IX. waktu dan Tempat
       Pameran akan di selenggarakan di “LOBI SMK AL – BAHRI” pada tanggal 20 – 21 februari 2015.
-          Pagi hari 09.00 – 12. 30.
X. Anggaran dana
1) Pemasukan
Luran siswa Rp. 10.000  x  214 siswa     = Rp. 2.140.000
Subsidi dari sekolah (BDS)                     = Rp. 1.000.000
Sponsor                                                  = Rp. 1.000.000
_________________+
    Rp. 4.140.000
2) Pengeluaran
Perlengkapan (sounds system, tratak, kursi, dll)                       = Rp. 1.900.000
Pergelaran (kerta, figura, paku, kawat, lem, lakban, dll)           = Rp.    200.000
ATK ( Alat tulis kertas)                                                             = Rp.    115.000
Dokumentasi (Video)                                                                = Rp.    500.000
Komsumsi Rp. 5.000 x ( 214 siswa + 51 guru)                          = Rp. 1.325.000
Lain-lain                                                                                    = Rp.    100.000
                                                _________________+
                                                    Rp. 4.140.000
XI. Susunan panitia
Pelindung                                       : Kepala Sekolah (Suyanto S.Pd.I)
Penanggung jawab                         : Guru Seni Rupa (Eka S.Pd.)
Ketua                                                          : Deni Hartono
Wakil ketua                                                : A. Kartubi
Sekretaris                                        : Cindy Claudia
Bendahara                                      : Siis Mutiarawati
Seksi-seksi terdiri dari        :
Seksi kesiswaan                                 : Novi Widiya Ningtias
Seksi keamanan                                 : Achmat Rizal
XII. Jadwal kegiatan
Hari I
Hari, tanggal  : Jum’at, 20 Februari 2015
Acara             : 1) 08.00 - 09.00
Pembukaan oleh Kepala sekolah dan Dewan guru
  2) 09.00-11.00
Istirahat I    : Kunjungan kelas lain.
                                 3) 10.00 – 10.30
                               Istirahat II   : Kunjungan orang luar
                               4) 11.00 – 12.00
Hari II
Hari, tanggal  : Sabtu, 21 Februari 2015
Acara             : 1) 08.00-10.00
                                  Istirahat I    : Kunjungan kampu A
                                    3) 10.00-12.30
                                  Penutupan oleh Wakil kepala sekolah
XIII. Penutup
Demikian proposal ini kami buat sebagai tugas. Kami mohon saran dan petunjuk dari kepala sekolah agar pelaksanaan kegiatan pameran ini dapat berlangsung lancar dan sukses. Aamiin.
                                                                               Bekasi, 18 Februari 2015

Ketua                                                                                      Sekretaris


(Deni Hartono)                                                                           (Cindy Claudia)
Penanggung jawab
Guru Kesenian


(Eka S.Pd.)


 editor by : alrasid aldi

Materi Dasar Bola Voli

By Unknown   Posted at  Rabu, Mei 13, 2015   ILMU PENGETAHUAN No comments
Materi Dasar Bola Voli
Sejarah Permainan Bola Voli




Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Dia adalah seorang pembina pendidikan jasmani pada organisasi "Young Man Christian Association" (YMCA) di kota Massachussets, Amerika Serikat. Mula-mula permainan bola voli diberi nama "mintonette", dimana permainannya hampir serupa dengan permainan badminton. Jumlah permain tidak terbatas, sesuai dengan tujuan semula, yaitu untuk mengembangkan kesegaran dan kebuagaran jasmani pada buruh di samping bersenam umum.

Kemudian permainan ini diubah menjadi
 Volleyball  yang artinya kurang lebih memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di negara Amerika Serikat. Pertandingan bola voli yang pertama tahun 1947 di Polandia. Pada tahun 1948 IVBF (International Volley Ball Federation) didirikan dengan anggota 15 negara dan berpusat di Paris. Dalam Perang Dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah Perang Dunia II prestasi dan popularitas permainan bola voli di AS menurun, sedangkan di negara lain terutama di Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1928, yaitu pada zaman penjajahan Belanda.

Permainan bola voli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah, maka pada tanggal 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia)  didirikan di Jakarta bersamaan denga kejuaraan di Yogyakarta. Setleah tahun 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.


Hakikat Permainan Bola Voli

Bola voli dimainkan oleh dua regu yang tiap regu terdiri dari enam pemain. Tiap regu berusaha menempatkan bola di daerah lawan agar mendapat angka (point). Regu pertama yang mencapai angka 25 adalah regu yang menang.


Teknik Permainan Bola Voli

A. Gerakan Dasar Tanpa Bola

Gerak dasar lokomotif menjadi landasan bagi pelaksanaan teknik dasar bola voli antara lain,
1. Gerak dasar bergerak maju
2. Gerak dasar bergerak mundur
3. Gerak dasar bergerak samping kiri/ kanan
4. Gerak dasar bergerak meloncat

B. Gerak Dasar dengan Bola

Gerak dasar dengan bola meliputi servis,
 passing, umpan (set up), smash (Spiker) dan bendungan (block).

1. Servis
Servis adalah tindakan memuul bola oleh seorang pemain belakang yang dilakukan dari daerah servis, langsung ke lapanga lawan. Servis merupakan aksi untuk melakukan bola ke dalam permainan. Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, jalan dan perputaran bola serta penempatan bola ke tempat kosong kepada pemain ke garis belakang kepada pemain yang melakuka perpindahan tempat.

2.
 Passing
Passing 
 dalam permainan bola voli adalah suatu usaha atau upaya seirang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan sendiri.

3. Teknik dasar mengumpan (set up)
Mengumpan adalah suatu usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk menyajikan bola yang dimainkannya kepada teman seregunya yang selanjutnya dapat melakukan serangan (smash) terhadap regu lawan.
 Umpan yang baik harus memenuhi beberapa persayaratan sebagai berikut.

·         Bola harus melambung dengan tenang di daerah lapangan sendiri.
·         Bola harus berada di atas jaring dengan ketinggian yang cukup agar dapa di smash  oleh smasher.

4.
 Smash (Spike)
Smash 
 adalah tindakan memukul bola ke lapangan lawan, sehingga bola bergerak melewati atas jaring dan mengakibatkan pihak lawan sulit mengembalikannya. Smash yang efektif selama permainan berlangsung ialah dengan cara memukul bola dari atas jaring yang disebut spike. Smash merupakan suatu teknik yang mempunyai gerakan yang kompleks yang terdiri dari,

·         Langkah awalan
·         Tolakan untuk meloncat
·         Memukul bola saat melayang di udara
·         Saat mendarat kembali setelah memukul bola.

5. Bendungan (Block)
Bendungan erat sekali dengan teknik bertahan yang dilakukan di atas net. Keberhasilan bendungan dapat ditentukan oleh loncatan yang tinggi dan kemampuan menjangkau lengan pada bola yang sedang dipukul lawan. Bendungan dapat dilakukan oleh satu, dua, atau tiga pemain tergantung pada kualitas pemain lawan. Bendungan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu bendungan aktif dan bendungan pasif.
 


Strategi dalam Permainan Bola Voli
  
Taktik adalah strategi yang diperlukan dalam suatu pertandingan untuk memperoleh kemenangan secara sportif. Berikut taktik dalam permainan bola voli.

·         Taktik Regu
·         Taktik Perorangan
·         Taktik Pertahanan
·         Taktik Kelompok
·         Taktik Penyerangan


Formasi Permainan Bola Voli
a) Posisi Pemain

·         Set up atau tosser
·         universaler
·         libero
·         smasher
b) Fomasi Penyerangan

·         Sistem 4 Sm - 2 Su (4 smasher dan 2 set uper)
·         Sistem 4 Sm - 1 Su - 1 Libero
·         Sistem 5 Sm - 1 Su 
·         Teknik penyerangan ditinjau dari posisi penyerangan.
c) Sistem Petahanan
d) Formasi Pertahanan
      1. Pertahanan terhadap servis

·         Sistem menerima servis 2 : 4
·         Sistem menerima servis 1 : 5
·         Sistem menerima servis 0 : 6 
     2. Pertahanan terhadap smash, plessing, dan dink

·         Sistem 0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2
·         Sistem 2 : 1 : 3
·         Sistem 2 : 2 : 2
·         Sistem 2 : 0 : 4


Peraturan Pertandingan

a) Pedoman dalam perwasitan bola voli
b) Petugas-petugas dalam pertandingan bola voli. 
 
    1. Wasit I (Referee)

·         Bertanggung jawab atas kelancaran pertandingan.
·         Memiliki kekuasaan mutlak
    2. Wasit II (Umpire)

·         Membantu wasit I 
·         Apabila wasit I dianggap tidak cakap, wasit II dapat mengambil alih posisi wasit I.
    3. Pencatat nilai (Scorer)

·         Menghitung jumlah time out pada masing-masing regu yang bertanding.

Back to top ↑
Connect with Us

    Total Tayangan Halaman

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Search (Don't Edit)

    Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

    About

    Advertisment

What they says

© 2013 Berbagi Informasi. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.